Bawaslu Belitung Timur Perkuat Jangkauan Publikasi melalui Kolaborasi dengan Pemilih Pemula
|
Manggar — Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Belitung Timur menggelar Rapat Pengelolaan Kehumasan, Peliputan, dan Dokumentasi Informasi Publik dengan tema “Peningkatan Jangkauan Publikasi melalui Kolaborasi dengan Pemilih Pemula” pada pukul 08.00 WIB hingga selesai, bertempat di Sekretariat Bawaslu Kabupaten Belitung Timur.
Kegiatan ini dihadiri oleh Ketua dan Kepala Sekretariat Bawaslu Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, pimpinan dan Kepala Sekretariat Bawaslu Kabupaten Belitung Timur, jajaran Kepala Subbagian, seluruh staf Bawaslu Belitung Timur, serta perwakilan guru dan siswa dari sejumlah sekolah menengah di Belitung Timur, di antaranya SMA Negeri 1 Gantung, SMA Negeri 1 Damar, SMA Negeri 1 Kelapa Kampit, dan SMK Handayani Manggar.
Acara dipandu oleh Nur Fitri Anzani selaku Penata Kelola Pengawas Pemilu. Dalam pembukaan kegiatan, Ihsan Jaya, Anggota Bawaslu Kabupaten Belitung Timur, secara resmi membuka rapat dan menegaskan pentingnya membangun sinergi antara lembaga pengawas pemilu dengan generasi muda dalam memperluas penyebaran informasi kepemiluan.
Dalam laporan kegiatan, Fahreza selaku Kepala Subbagian PHHM Bawaslu Belitung Timur menyampaikan bahwa tingginya jumlah pemilih pemula harus diimbangi dengan masifnya penyebaran informasi publik. Menurutnya, hal ini penting agar generasi muda memiliki daya tahan terhadap hoaks sekaligus mampu memanfaatkan teknologi digital sebagai sarana pengawasan partisipatif.
“Pemilih pemula memiliki peran strategis dalam demokrasi. Dengan literasi informasi yang baik, mereka dapat menjadi agen pengawasan partisipatif sekaligus penyambung informasi yang benar di lingkungan sekitarnya,” ujar Fahreza.
Senada dengan hal tersebut, Anggota Bawaslu Kabupaten Belitung Timur, Chandra Ardilla Putra, berharap para siswa yang hadir dapat menjadi perpanjangan tangan Bawaslu dalam menyebarluaskan edukasi demokrasi kepada teman sebaya di sekolah masing-masing.
Dukungan positif juga datang dari pihak sekolah. Widi W, guru pendamping dari SMA Negeri 1 Kelapa Kampit, menyampaikan apresiasi atas pelibatan sekolah dalam kegiatan literasi politik ini. Ia menilai pengetahuan yang diperoleh para siswa akan menjadi bekal berharga untuk dibagikan kembali di lingkungan sekolah.
Sementara itu, Anggota Bawaslu Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Sahirin, dalam arahannya menegaskan bahwa perkembangan teknologi akan semakin melekat dalam kehidupan masyarakat di masa depan. Ia menekankan bahwa fungsi kehumasan saat ini tidak hanya sebatas dokumentasi kegiatan, tetapi juga menjadi garda terdepan dalam menjaga persatuan bangsa melalui penyebaran informasi digital yang memiliki jangkauan luas tanpa batas geografis.
Setelah sesi pembukaan, peserta mendapatkan pembekalan materi mengenai strategi membangun komunikasi demokrasi yang efektif oleh Rogrius Sinulingga, Kepala Bagian PHHM Bawaslu Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Materi ini menjadi bekal bagi peserta untuk memahami pentingnya komunikasi publik yang adaptif di era digital.
Sebagai bentuk implementasi nyata, Bawaslu Kabupaten Belitung Timur juga mengajak para siswa untuk terlibat langsung melalui lomba pembuatan konten video pendek bertema demokrasi. Fahreza menjelaskan bahwa video berdurasi 40 hingga 60 detik yang diunggah melalui akun Instagram sekolah diharapkan mampu menyampaikan pesan-pesan demokrasi secara kreatif dan menjangkau audiens yang lebih luas. Penilaian lomba tidak hanya berfokus pada kualitas visual, tetapi juga pada substansi informasi dan interaksi audiens.
Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan sesi diskusi dan tanya jawab yang berlangsung interaktif antara peserta dan narasumber.
Menutup rangkaian acara, Ihsan Jaya menyoroti besarnya potensi pemilih muda dalam kontestasi demokrasi ke depan. Ia menyampaikan bahwa saat ini sekitar 50 hingga 55 persen pemilih berasal dari Generasi Z atau pemilih pemula, dan angka tersebut diprediksi akan terus meningkat pada Pemilu 2029.
“Kolaborasi hari ini bukan sekadar pertemuan formal, tetapi langkah awal dalam mempersiapkan generasi muda sebagai pilar utama pengawasan demokrasi di masa depan,” pungkasnya.
Penulis : Syeila Rahmadani
Editor : Humas Bawaslu Beltim