OPINI : To Be “KOMPETITIF” Pergerakan SKPP dan P2P Belitung Timur
|
Program Pendidikan Pengawasan Partisipatif (P2P) sukses dilaksanakan beberapa waktu yang lalu. Sebuah program transformasi dan berkelanjutan dari Bawaslu Kabupaten Belitung Timur yang sebelumnya merupakan Sekolah Kader Pengawasan Partisipatif (SKPP). Bertempat di Rumah Makan Dua Putri Pantai Serdang Kecamatan Manggar, kegiatan ini mengangkat tema “Berfungsi dan Bergerak untuk Pemilu 2029 yang Bermartabat” pada tanggal 17 Juni 2026 yang lalu. Turut dihadiri oleh Deputi Bidang Dukungan Teknis Bawaslu Republik Indonesia, kegiatan ini juga menghadirkan peserta yang terdiri dari perwakilan Saka Adhyasta Pemilu Belitung Timur serta beberapa perwakilan Sekolah SMA sederajat dari seluruh Kecamatan. Total berjumlah 40 (empat puluh) orang peserta yang didukung oleh panitia internal yang berasal dari Sekretariat Bawaslu Kabupaten Belitung Timur.
Sebagai wujud pelibatan aktif masyarakat dalam Pemilu, partisipasi pengawasan tentu sangat penting. Hal ini mendorong Bawaslu menghadirkan pengawasan Pemilu partisipatif. Sederhananya partisipasi aktif, seluruh golongan masyarakat diajak ikut serta secara sadar dan terbuka ikut mengawasi jalannya Pemilu. Pun tidak hanya kelompok pemilih aktif namun juga pemilih pemula dan potensial. Adik-adik yang berusia dibawah 17 (tujuh belas) tahun yang sebentar lagi akan ikut memilih. Di bawah koordinasi penyelenggara Pemilu, mereka akan menjadi subjek pemilih sekaligus objek yang harus segera diberdayakan. Pentingnya kepemahaman Pemilu akan semakin baik jika pengenalan Pemilu disosialisasikan difase ini. Kesadaran Pemilu (Election Awareness) tidak menjadi dadakan dan literasi tidak terputus di pemilih utama (main voters).
Kesadaran ini menjadi tantangan bagi seluruh Penyelenggara Pemilu serta seluruh stakeholder Pemilu. Selain tantangan, ada beberapa yang menjadi modal utama pengembangan jaringan kelompok partisipatif. Pemilih pemula dan potensial yang telah disponsori dapat menjadi motor utama dukungan pengawasan partisipatif. Teknis pemberdayaaan pengawasan dapat dilakukan melalui kegiatan, seperti sosialisasi program P2P yang dijalani kemarin. Bentuk dan langkah Langkah, seperti memberikan pelatihan, membangun jejaring, medorong partisipasi, dan fokus pada keberlanjutan program. Jejaring kelompok pemilih ini dapat digerakkan untuk mengawasi jalannya Pemilu, baik konvensional maupun digital.
Pengembangan kelompok digital dapat berupa komunitas digital pengawasan partisipatif. Baik bentuk, metode dan teknis pengawasan dilakukan secara digital memanfaatkan teknologi interaktif melalui media digital. Mayoritas media digital menggunakan web serta media sosial yang digunakan mayoritas pemilih. Upaya yang dapat didorong komunitas digital ini diantaranya seperti memantau kampanye di media sosial, dan melaporkan dugaan pelanggarannya, serta menyebarluaskan informasi Pemilu secara aktif kepada sesama pengguna media. Bawaslu Kabupaten Belitung Timur memiliki inovasi pengembangan komunitas pengawasan ini yang disebut Kompetitif. Komunitas Pengawasan Pemilu Partisipatif (Kompetitif) ini menjadi program yang mendorong keterlibatan generasi muda khususnya calon pemilih yang berasal dari sekolah serta pramuka sebagai garda terdepan pengawasan Pemilu di tingkat masyarakat. Selain itu, wadah edukasi sekaligus juga sebagai penguatan literasi kepemiluan melalui kegiatan Bawaslu Mengajar dan Napak Tilas.
Kompetitif, komunitas peserta ini yang kemudian dididik dan dibina dalam kegiatan P2P beberapa waktu lalu. Selain dibekali pengawasan Pemilu melalui media sosial, juga diajarkan langkah deteksi konten secara mandiri hingga mendeteksi Konten Hoaks dan Ujaran Kebencian.
Mereka juga di “persenjatai” dengan kemampuan pengawasan melalui pendalaman dasar pencegahan dan penanganan pelanggaran Pemilu, serta penyelesaian sengketa. Tentu pembinaan komunitas ini tidak akan berhenti di sini. Diperlukan langkah penguatan secara berkelanjutan dan terkoordinir. Kerja sama seluruh pihak tidak terbatas hanya Penyelenggara Pemilu tetapi sangat dibutuhkan terutama seluruh pihak, baik peserta dan pemilih serta seluruh lapisan masyarakat. Kompetitif bukan hanya sekedar komunitas tetapi ekosistem pembelajaran serta wadah inkubasi sekaligus pergerakan pengawasan Pemilu partisipatif Belitung Timur.
Oleh: Dony Setiawan
Editor: Syeila Rahmadani